Diselamatkan Yesus dari Tipuan Teman, Hutang, Bunuh Diri

Diselamatkan oleh Yesus dari Tipu Muslihat Teman, Hutang, Keraguan, dan Usaha Bunuh Diri
September 11, 2017 | Susanna Perry-Ettel

Dominique dan teman Muslimnya yang bernama Rahman sudah saling mengenal sejak kecil. Ketika mereka telah dewasa, mereka memutuskan untuk melakukan bisnis bersama.

Sewaktu rencana² bisnis mulai berkembang, seorang teman Dominique mengajaknya berdoa bersama dengan kelompok Bibles for Mideast. Meskipun hanya Kristen KTP, tapi Dominique mengira doa juga ada gunanya bagi perkembangan bisnisnya, sehingga dia bersedia ikut pergi. Sewaktu kegiatan doa bersama hampir selesai, dia mendekat pemimpinnya, yakni Pendeta Paul, dan minta didoakan. Dia sungguh tak menyangka apa yang lalu dia dengar.

"Teman Muslimmu, Rahman, akan menipu kamu dalam bisnis dan akan membatalkan kerja sama," begitu pesan yang disampaikan Pendeta Paul pada Dominique, karena begitulah pesan Tuhan yang dia dengar. "Hidupmu juga dalam bahaya. Hati² dan carilah Tuhan Yesus terlebih dahulu sebelum engkau melakukan apapun!" Lalu dia pun berdoa bagi Dominique.

Dominique lalu pergi dengan hati yang gundah gulana. Dia sungguh tak percaya keterangan seperti itu tentang Rahman, begitu katanya pada teman Kristennya yang mengajaknya ikut persekutuan doa tadi.

"Semua orang² Kristen yang sok suci dan belagak berdoa ini ternyata palsu belaka – malah mencoba mempengaruhi orang² malang dan mengambil manfaat dari mereka!" begitu keluhnya. Dia tidak mengindahkan peringatan Pendeta Paul dan memilih untuk percaya Rahman sepenuhnya. "Dia kan Muslim yang taat tuh," katanya. "Dia sholat lima waktu tiap hari. Sudah jelas dia tak akan menipuku."

Maka kedua sahabat ini memulai perusahaan mereka, dan untuk dua tahun pertama, semuanya berjalan lancar. Ketika keuntungan mulai menurun dan mereka harus pinjam uang dari bank swasta dengan bunga yang tinggi, maka bisnis mereka pun mulai terganggu. Sewaktu hutang membengkak, bank mengambil langkah hukum menindak mereka. Tak lama kemudian, tampaknya semua pihak hendak menyerang mereka.

Image
Janganlah pakai kereta api untuk bunuh diri karena terlalu mengerikan dan menyakitkan. Gimana kalo yang terlindas cuman kaki²nya?

Karena putus asa, kedua sahabat ini memikirkan untuk bunuh diri. Mereka akan berbaring di atas rel kereta api dengan muka ke bawah, dan menunggu kereta api datang untuk mengakhiri hidup mereka nan merana. Mereka memasang penutup telinga, menutup mata dengan kain agar tidak bisa mendengar dan melihat kematian yang datang menjelang.

Semuanya tampak lancar seperti yang mereka rencanakan. Tapi sebelum kereta api datang, Dominique merasakan adanya dorongan yang sangat kuat yang membuatnya sangat ingin menjauhi rel² kereta api.

"Kau tak berhak menghabisi jiwa dan nyawamu!" begitu sebuah suara menggema keras dalam dirinya. "Ini adalah pemberianku padamu! Akulah Yesus Juru Selamatmu yang akan menyelamatkan dirimu dari neraka dan hutang²mu!"

Dominique mencabut tutup telinganya dan membuka penutup matanya dan meloncat berdiri. Dia memandang daerah sekitarnya dan tak melihat seorang pun … bahkan Rahman juga tak ada di situ. Dia lalu melihat kereta api melintas di dekatnya dengan suara menggelegar. Temannya mungkin sudah mati, begitu kiranya, tapi apa betul begitu? Karena tak menemukan tubuh temannya dekat rel kereta api, maka dia mengira kereta api mungkin telah menyeret mayat temannya. Dia berlari menyelusuri rel kereta api, tapi tak menemukan apapun.

Tiba² sudut matanya melihat Rahman yang sedang bersembunyi di balik pohon, mengawasinya dari jauh. Dia pura² tidak tahu bahwa dia telah melihat Rahman, dan Rahman juga tak tahu bahwa dirinya telah terlihat.

Sudah jelas bahwa ketika keduanya berbaring di atas rel kereta api, Rahman diam² membuka penutup mata dan telinganya dan melarikan diri. Dominique tiba² bisa menghubungkan titik² perkara, dan langsung menyadari bahwa sahabatnya itulah yang mengkhianatinya dalam bisnis, dengan mencuri uang perusahaan dan membuat berbagai akun palsu.

Dia langsung meninggalkan rel kereta api ke tempat para pendeta Bibles for Mideast. Di tempat itu, dia memberitahu apa yang terjadi pada para pendeta, dan dia dengan terus terang mengakui segala dosa²nya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya.

Sewaktu para pendeta berdoa baginya, sekali lagi Dominique mendengar suara Yesus … kali ini tidak menggelegar, tapi lemah lembut penuh kasih sayang.

"Engkau bukanlah orang yang berhutang," begitu Yesus meyakinkan dirinya. "Aku ampuni hutang²mu, karena engkau adalah anakKu dan Aku adalah orang terkaya di seluruh dunia. Engkau, dan semua anak²Ku, adalah harta karunKu di hadapan BapakKu."

Pertumbuhan rohani Dominique berkembang pesat ketika dia berjalan bersama Tuhan. Dia juga rajin berdoa dan belajar dan melayani sebagai penginjil di Bibles for Mideast. Dia lalu menikah dengan seorang wanita muda Kristen, dan punya seorang bayi. Berdoalah bagi mereka sekeluarga.

Sayangnya, Rahman tidak belajar apapun dari kegagalannya. Dia melakukan usaha bisnis lagi dengan partner yang lain, yang kali ini bernama Jain, dan perusahaannya mengalami pola yang sama: untung setahun atau dua tahun, lalu dengan cepat merosot dan hutang bertumpuk. Perilaku Rahman yang suka mencuri uang itulah yang menghancurkan bisnis dan persahabatannya ke dasar jurang. Jain lalu mendengar kegagalan bisnis Rahman yang pertama, dan sekarang keduanya jadi musuh besar.

Beberapa bulan yang lalu, Rahman meninggal sewaktu sebuah truk menabrak sepeda motornya, menghancurkan kepalanya. Ada kabar bahwa Jain lah yang menyewa supir truk untuk melakukan ‘kecelakaan’, tapi hal ini tidak bisa dibuktikan.

Diskusi di forum: Diselamatkan Yesus dari Tipuan Teman, Hutang, Bunuh Diri

Mungkin Anda juga menyukai

Ingin Selalu Mengikuti Kabar Hot Terbaru? Ikuti Kami!