Catatan-Catatan Filosofis

Mengingat belum ada subsection khusus untuk topik-topik filsafat, mohon ijinkan saya menggunakan Obrolan Santai untuk menulis sedikit mengenai filsafat.

Adapun saya ini bukan ahli ataupun akademisi, tapi hanya seseorang kutu buku, dan kebetulan suka sekali membaca buku-buku filsafat. Semoga tulisan-tulisan saya ini bisa membangkitkan minat para pembaca untuk mempelajari lebih jauh dari sumber-sumber lain. Thank you!

(NB: Beberapa inti pikiran yang saya tulis sebenarnya sudah pernah saya bahas sebelumnya di forum lama indonesia.faithfreedom)

KAMU TAHU DARI MANA?

Hampir setiap kali dalam diskusi akan ada pihak yang membuat pernyataan atau claim, dan pihak lain menukas, "Kamu tahu dari mana bahwa memang begitu?"

Dan untuk menjawabnya si pembuat pernyataan akan memberikan sumber atau dasar atau alasan mengapa dia menganggap pernyataan yang dibuatnya itu benar atau setidaknya bisa dipercaya sebagai kebenaran.

Seorang filsuf Yunani (kalau tidak salah Aristoteles) pernah memikirkan soal ini dan mengambil kesimpulan bahwa sesungguhnya tidak semua pernyataan atau claim bisa diberikan dasarnya. Pada akhirnya semua diskusi dan perdebatan mau tidak mau mengambil satu atau lebih pernyataan sebagai fondasi yang paling mendasar, dan fondasi tersebut tidak bisa digali lebih jauh lagi. Beberapa ahli filsafat menyebut fondasi mendasar ini sebagai Prinsip-Prinsip Utama (First Principles). Seperti halnya Euclid mengembangkan matematika geometris hanya dari beberapa aksioma, begitu pula filsafat analitik (cabang filsafat yang didasarkan kepada aturan-aturan logika) menerima beberapa prinsip-prinsip dasar logika sebagai fondasi dan kemudian dikembangkan lagi secara metodik dan menghasilkan cabang-cabang baru filosofis, misalnya logika modalitas.

Memang pada prakteknya, dalam semua diskusi atau perdebatan yang bertujuan mencapai solusi (bukan sekedar main komidi putar) setiap pihak yang terlibat harus berdiri di dasar yang sama, kalau tidak percuma saja membuang waktu untuk omong kosong tidak berujung. Itu sebabnya dalam diskusi yang serius setiap pihak harus sepakat dulu dengan definisi yang jelas untuk istilah-istilah yang dipakai dalam diskusi.

Berangkat dari penjabaran di atas, ada dua cara atau metode untuk mengkritik posisi lawan diskusi:

1. menyerang langsung pernyataan yang dibuat oleh lawan diskusi
2. menyerang asumsi atau presupposisi atau dasar dari pernyataan yang dibuat oleh lawan diskusi

-bersambung-

Diskusi di forum: Catatan-Catatan Filosofis

Mungkin Anda juga menyukai

Ingin Selalu Mengikuti Kabar Hot Terbaru? Ikuti Kami!