Muslimah Samira Page Murtad dan Melayani bagi Kristus

Tuhan Memberi Penglihatan pada Muslimah Bertahun-tahun Sebelum Dia Hijrah ke Amerika

Sekarang Muslimah itu menjadi garam dan terang bagi masyarakat sekitarnya.

Image

Samira Page, pendiri Gateway of Grace, sebuah organisasi non-profit yang melayani para pengungsi, merupakan sebuah kekuatan yang diakui di dalam kota Dallas, Texas, dimana dia menolong para pengungsi untuk berasimiliasi, menemukan pekerjaan dan mendapatkan tempat tinggal yang layak setelah mereka tiba di Amerika.

Tapi kisah hidup pribadinya sendiri yang dimulai puluhan tahun yang lalu di negaranya Iran banyak mempengaruhi pekerjaannya sekarang.

Di Iran yang adalah negara Islam itulah Page mengalami sebuah penglihatan sewaktu dia masih kecil yang telah mengubah kehidupan spiritualnya untuk selamanya. Dibesarkan sebagai seorang Muslimah, dia tidak punya banyak pengalaman dengan iman Kristen.

"Ketika aku berusia 6 tahun, aku mendapatkan penglihatan akan Bunda Maria tapi aku tak tahu siapa dia," kata Page pada Faithwire. "Ada sebuah batu yang sangat besar – wanita anggun ini datang dari balik batu, dia mengambil tanganku dan berkata bahwa dia adalah Maria."

Page mengatakan bahwa penglihatan itu sangatlah jelas dan ini terjadi di siang hari, meskipun dia tidak menyadari apa maknanya karena saat itu dia masih kecil.

Meskipun begitu, dia menjadi ingin tahu tentang Maria, Yesus, dan iman Kristen secara umum – tingkat ketertarikan ini semakin meningkat sewaktu dia menonton film yang dibuat di tahun 1943 yang berjudul “The Song of Bernadette,” yang tentang seorang wanita Perancis yang mendapatkan penglihatan² tentang Maria dan lalu menjadi seorang biarawati.

"Tuhan menanamkan benih² itu di dalam hatiku," jelas Page.

Pada akhirnya, Page dan keluarganya melarikan diri dari Iran 19 tahun yang lalu. Tapi, sama seperti para pengungsi lainnya, dia menemukan dirinya dalam keadaan yang sukar. Setelah tiba di Mexico, dimana dia tinggal di sana selama setahun, Page berkata dia dan keluarganya berada di keadaan yang penuh derita.

"Para penyelundup meninggalkan kami di tengah² Mexico tanpa memiliki apapun," katanya.

Tapi, melihat kembali ke belakang, Page sekarang percaya bahwa Tuhan menyediakan dia dan keluarganya "dengan cara² yang menakjubkan dan sangat kuat," jelasnya. Setelah tahun itu, keluarganya melamar suaka politik dan pindah ke Amerika. Dan setelah sehari tiba di Amerika, dia berhubungan dengan gereja Kristen dan tidak pernah menyesali masa lalunya.

"Enam bulan kemudian, aku jadi Kristen," kata Page. "Ini bukan karena satu kejadian saja … tapi ini merupakan proses yang telah lama berlangsung yang membimbingku untuk akhirnya bertemu dengan Kristus."

Kisah Page mengalami banyak liku², dan akhirnya dia pergi ke sebuah seminari dan mulai berdoa pada Tuhan, menanyakan apa yang Tuhan inginkan padanya dalam hidupnya. Di saat itulah dia mulai melakukan pelayanan secara intens bagi para pengungsi di Dallas, karena ingat pengalamannya dulu yang mengalami proses yang sukar.

"Aku dulu juga merupakan pengungsi dan mulai mencari apa bantuan yang bisa kulakukan pada para pengungsi di Texas Utara," kata Page. "Aku menyadari bahwa banyak banya cara sistematik untuk menggalang berbagai gereja … untuk mengubah kehidupan² para pengungsi."

Apa yang lalu dilakukannya adalah pelayanan penginjilan sepenuhnya bagi Page, dengan mendirikan organisasi Gateway of Grace yang melayani para pengungsi. Organisasi ini baru dimulai tiga tahun yang lalu, tapi telah berhasil mencapai banyak prestasi yang mengagumkan.

Nama organisasi itu sendiri merupakan kesaksian iman kristen dan tema "grace" itu sendiri membedakn iman Kristen yang berpusat pada Yesus dengan kepercayaan² lainnya. Prestasi² Gateway Grace terbesar menurut Page adalah fakta bahwa organisasi itu telah menggalang 80 gereja bersatu untuk melakukan "pekerjaan Tuhan."

Dan pekerjaan ini secara relatif tiada batasnya, mengingat banyaknya kebutuhan² populasi pengungsi.

"Aku mengunjungi berbagai pertemuan, aku melakukan banyak doa … aku membagi kesaksianku, karena itulah hal yang Tuhan berikan padaku untuk menunjukkan kekuatan gereja, perubahan hidup melalui Injil," kata Page. "Kami membangun hubungan melalui para pengungsi itu. Kami mengajar mereka bahasa Inggris, kami ajarkan mereka standard² dan nilai² Amerika, kami tolong mereka berasimilasi, kami tolong mereka menemukan pekerjaan, kami tolong mereka berhubungan dengan sekolah² anak² mereka."

Gateway of Grace juga melayani kebutuhan spiritual para pengungsi, mengadakan kebaktian² di setiap malam Rabu bagi orang² Kristen yang tertindas dan para Muslim yang tertarik untuk belajar Alkitab. Selain itu, organisasi itu mulai sebuah band ibadah dalam bahasa Farsi.

Page, yang bisa mengerti perasaan para pengungsi yang datang ke Amerika dengan rasa takut, kesepian, dan tnpa bantuan apapun, mengatakan bahwa dia sangat terharu dan ingin tahu apa yang Tuhan rencanakan bagi setiap orang dan keluarga yang dilayaninya.

"Ketika aku melihat seorang pengungsi wanita, anak kecil atau pria dewasa, aku berkata, ‘Aku ingin tahu apa yang Tuhan rencanakan bagi mereka," kata Page, sebelum membagi kisah tentang wanita yang baru² ini ditolongnya.

Wanita itu – seroang ibu dengan lima anak yang suaminya diculik ISIS – sedang bekerja di restoran McDonald di Amerika di tahun lalu ketika Page dan organisasinya kebetulan bertemu mereka saat sedang menolong para fakir miskin dan mengumpulkan dana bagi anak² agar bisa masuk sekolah Kristen.

"Kami mulai menolong mereka … dan segala keperluan yang mereka butuhkan, dan mereka terus saja kembali ke tempat ibadah kami di hari Rabu … akhirnya mereka mulai membentuk gereja mereka sendiri," kata Page. "Beberapa bulan yang lalu, dia mengatakan bahwa dia percaya Yesus adalah Anak Tuhan."

Pada akhirnya, Page berkata dia merasa terhormat karena telah menjadi bagian dari berbagai kisah hidup orang² ini.

"Ketika aku melihat kehidupanku dan melihat kehidupan para pengungsi … adalah suatu kehormatan telah menjadi bagian dari semua itu," katanya.

Diskusi di forum: Muslimah Samira Page Murtad dan Melayani bagi Kristus

Mungkin Anda juga menyukai

Ingin Selalu Mengikuti Kabar Hot Terbaru? Ikuti Kami!