Agama Kristen Terus Saja Berkembang Pesat di Iran

Agama Kristen Terus Saja Berkembang Pesat di Iran Meskipun Pemerintah Berusaha Menghentikannya
Oleh Michael Ashcraft | August 4, 2017

Image

Karena tak suka akan tekanan Islam, generasi muda Iran diam² berpaling ke Kristus dalam jumlah yang memecahkan rekord, dan pemuda Iran bernama Shahrokh Asfhar ingin menjadi bagian dari ledakan kebangkitan iman ini. Maka dia merekam film yang terdiri dari 13 program tentang para kaum muda Iran dan menawarkan program² TV itu pada SAT7, yang merupakan program TV Kristen Iran yang ditayangkan melalui satelit.

"25% dari populasi Iran adalah orang² muda yang berusia 14 tahun atau lebih muda. Iran memiliki angka terbesar di dunia per kapita bagi pecandu obat bius. Keadaan ekonomi buru; angka pengangguran mencapai 14%," kata Afshar. "Hidup sungguh sukar bagi kebanyakan pemuda/i Iran. Tak banyak program yang ada yang bisa membantu generasi muda memperbaiki nasib mereka."

Image

Iran memiliki populasi pertumbuhan umat Kristen yang paling cepat di dunia (diperkirakan 19.6% oleh Operation World di tahun 2015), meskipun tingginya daftar pelanggaran HAM terhadap orang² yang berani meninggalkan Islam, begitu menurut laporan Christian Today. Faktanya, ledakan perubahan iman ke Kristen itu telah membuat repot para polisi relijius (yang mengawasi agar umat Muslim tetap menerapkan Islam).

Rumah² gereja tumbuh dengan pesat, dan setidaknya ada enam stasiun² TV yang menayangkan program² Kristen terus-menerus di Iran. Afshar sendiri mengetahui 400 gereja rumah yang beranggotakan 5000 ex-Muslim. Jumlah Muslim yang beralih iman ke Kristen hanya sedikit saja sebelum tahun 1971. Sekarang jumlahnya mencapai 1 juta.

Program Asfhar, yakni "Clear Like Glass" (Sejernih Kaca) memakan biaya $3000 per episode. Setiap program menunjukkan humor dan wawancara jujur dan diskusi tentang hal² yang tabu dalam Islam. Apa yang berusaha disembunyikan para murtadin tersebut, ditunjukkan secara jelas oleh Afshar. Dia melakukan riset tentang target penontonnya dan mendapatkan bahwa mereka tidak ingin hanya mendengarkan khotbah saja. "Orang² yang kuhubungi mengatakan padaku bahwa mereka pergi ke suatu pesta dan memberitahu orang banyak bahwa mereka adalah orang Kristen, dan buuum, mereka langsung mendapatkan perhatian dari orang² sekitar. Orang² ingin tahu lebih banyak tentang Kristus. Sungguh mudah bagi mereka untuk menyampaikan keterangan tentang Kristus," kata Ashfar. "Tentu saja ini merupakan hal yang berbahaya. Mereka bisa dipenjara dengan mudahnya. Tapi orang² bersedia menanggung resiko karena hidup dan jiwa mereka telah disentuh Tuhan dan dirubahkan."

"Sekarang Iran merupakan negara terpesat dalam mengenal Tuhan per kapita," kata Afshar. "Perkembangan keKristenan di Iran mungkin lebih besar daripada di China. Hal ini karena orang² haus akan keterangan² spiritual. Inilah mungkin sebabnya mengapa kaum muda Iran sungguh muak akan Islam. Mereka telah melihat apa yang Islam lakukan pada hidup mereka."

Image

Iran, yang dulu menganut Budaya Barat, adalah tempat di mana Nabi Daniel memberi petuah dan sangat mungkin merupakan tempat asal 3 orang majuz yang melihat bayi Yesus. Di tahun 70-an, Iran dikuasai oleh Syah Mohammad Reza yang menetapkan negara itu sebagai negara sekuler.

Tapi sikapnya yang bengis, pemerintahannya yang penuh penindasan, dan gaya hidupnya yang sangat mewah, menimbulkan pemberontakan Islam radikal yang menggulingkan kekuasaannya di tahun 1979, dipimpin oleh Ayatollah Khomeini, yang lalu mengembalikan Iran ke jaman Abad Pertengahan. Mereka menyebut Amerika Serikat sebagai "Setan Besar."

Sewaktu Pemerintah Iran bermusuhan dengan Amerika, mereka pun juga menekan masyarakatnya. Ironisnya, genggaman besi Islam juga menimbulkan pemberontakan, begitu menurut Afshar.

"Ini adalah generasi yang tidak tahu siapakah Syah atau Khomeini, jadi bagi mereka ini bukanlah masalah politik," kata Afshar. "Penindasan begitu menyeluruh di Iran. Anak² muda ingin mencari jalan keluar, dan banyak dari mereka yang melarikan diri ke obat bius, alkohol, dan pelacuran. Mereka bukanlah pemuda/i yang bodoh. Sebaliknya mereka itu sangat cerdas.

"Engkau harus mendekati mereka, generasi millenial ini, dengan cara tertentu," kata Afshar. "Cara kuno seperti membuka Alkitab dan khotbah pada mereka tidak akan berhasil. Ini bukan cara yang tepat. Keterbukaan hati itu sungguh merupakan mujizat dari Tuhan."

Image

Semakin keras polisi agama berusaha menghentikan keKristenan, semakin hebat pula penyebarannya di Iran.

"Khomeini sebenarnya mengakibatkan perkembangan pesat keKristenan di Iran, yang tidak bisa dilakukan penginjil Barat manapun di sini," kata Afshar. "Dia menunjukkan wajah Islam apa adanya. Dia menciptakan kekosongan besar dalam jiwa masyarakat yang sungguh kaget dan kecewa melihat bagaimana Islam itu sebenarnya. Orang² lain datang ke Kristus karena tekanan Islamiah dari pihak Pemerintah."

Afshar berkata bahwa dia tidak merasa khawatir akan keluarganya di Iran, meskipun dia tidak bisa berkunjung ke Iran lagi. Polisi relijius sudah ditugaskan untuk mengatasi berbagai "pemberontakan" terhadap sistem mereka.

"Mereka tahu mereka tak bisa menghentikan pertumbuhan Kristen," katanya. "Mereka tahu semakin keras tekanan yang mereka terapkan pada masyarakat, semakin banyak masyarakat yang berpaling ke Kristus. Begitulah cara kerja Tuhan. Itulah yang terjadi dengan Pemerintah Romawi dulu."

"Clear Like Glass" ditayangkan berulang kali, setidaknya dua kali sehari, kata Shah. Dia sedang mempersiapkan 13 program lainnya.

Setelah AS menyerang Iraq di tahun 2003, Afshar bergabung bersama tiga pendeta Mesir dan seorang Amerika untuk menyetir dari Turki ke Baghdad dan menemukan pendeta² yang bisa mereka tolong. Missi mencari fakta ini ternyata sangat berguna. Dia bisa berhubungan dengan pendeta² dari Iran dan bahkan menyediakan latihan bagi mereka di Turki.

Diskusi di forum: Agama Kristen Terus Saja Berkembang Pesat di Iran

Mungkin Anda juga menyukai

Ingin Selalu Mengikuti Kabar Hot Terbaru? Ikuti Kami!